Rabu, 28 Januari 2009

Jabal Rohmah




1. jabal rohmah di arafah, tempat pertemuan Nabi Adam & Ibu Hawa
2. pagi-pagi mau ke mina untuk melempar jumroh
3. nyate bareng...
4. Cak Bando & mas Anton yang tinggal di jubail, 18 jam dari mekah, di pertambangan minyak.

Selasa, 27 Januari 2009

tan'im











1. miqot masjid tan'im
2. mie indonesia rasa saudi arabia...

Senin, 19 Januari 2009

Jum'at Shubuh di Masjid Nabawi

kamis malam jum'at...dari sore kusiapkan diriku tuk memanfaatkan malam jum'at di Masjid Nabawi,mumpung malam jumat di tanah harom nich...seperti biasa pagi-pagi sebelum subuh telah menuju masjid yang jaraknya tak terlalu jauh, +/- 300m.Tidak seperti malam-malam sebelumnya, mumpung malam jum'at, aku sholat malam lebih banyak dari biasanya. Adzan subuh berkumandang, persiapan sholat shubuh. Rokaat pertama imam sholat membaca bacaan yang lumayan panjang,dengan suara yang merdu, mirip yang ada di kaset-kaset murothal...hehehe...(memang rekaman suara beliau...) ayat demi ayat dibaca(dalam pikiranku, kaya pernah denger surat ini...sangat familiar...). Akhirnya sampai diayat tertentu, imam manbaca takbir "Allohu akbar"...semua makmum pada ruku', eh...2 orang sebelahku ko' malah sujud...dalam bathin, wah orang ini ngantuk,pasti kecele. Stelah selesai baca doa rukuk, sambil nunggu imam yang bacaannya panjang, akhirnya imam membaca takbir lagi "Allohu akbar", aku mulai bingung, loh ko ga "Samiallohu liman chamidah", semakin bingung & malu, ternyata imam meneruskan bacaan surat yang terpotong sujud tilawah (sujud alquran) hehehe...setelah diingat-ingat Sang Imam membaca surat sajadah, ayat ke 15 ada sujudnya. Lebih malu lagi, tadi dalam sholat ngolokin sebelah ngantuk...hehehe...dasar ga gaul, ga hafidz Al-quran

Minggu, 18 Januari 2009

ada shodaqoh dimana-mana

ga usah takut kelaparan di Mekkah Madinah, banyak yang menebar shodaqoh. mereka merasa senang klo pas bulan haji banyak yang mau terima shodaqoh. senin sore, 29 desember 2008 di masjid Nabawi setelah sholat ashar, ku sempatkan tadarus Alquran selembar dua lembar sambil nunggu Magrib, tau-tau aku digeser dar tempat dudukku, dan dibentangkan plastik panjang dengan lebar kira-kira 0.5m sepanjang shof sholat. menjelang magrib pertanyaan ku terjawab, banyak kurma dan makanan lain disajikan dalam kemasan plastik kecil sepanjang hamparan. ternyata untuk sajian buka puasa bagi yang sedang puasa sunah senin-kamis, namun kebanyakan jamaah haji baik dari Indonesia ato negara lain tidak berpuasa.
Besok malamnya, saya ngobrol dengan seorang WNI yang bekerja di Madinah,Mas Sutrisno,yang tiap magrib dan isya' Insya Alloh selalu di Masjid Nabawi. dari ngobrol-ngobrol, akhirnya ngobrol masalah shodaqoh, orang Saudia memang hobi shodaqoh,mereka takut bahwa suatu zaman nanti shodaqoh akan ditolak, tidak ada yang menerima shodaqoh. dal hal tersebut sudah mulai kelihatan, khususnya klo diluar bulan haji, sampai-sampai orang dipaksa untuk menerima shodaqoh.
kamis sore, kusiapkan kamera digitalku untuk mengabadikan shodaqoh. Niat hanya untuk ambil foto, eh ternyata yang diobrolkan kemarin terbukti, aku ditarik oleh seseorang dan dipaksa duduk untuk menyantap jamuan shodaqohnya, meskipun ga puasa.

Rabu, 14 Januari 2009

Perjalanan Masyian

Masyian:
Memang sudah dari awal berniat untuk melaksanakan haji masyian, dengan berbekal perlengkapan dari Indonesia dan obat-obatan yang ku rasa cukup, bulatkan tekat dan semangat untuk berangkat. Kebetulan memang ada saudara yang mukim di mekkah yang siap membantu mencarikan mutowif untuk pelaksanaan haji masyian. Setelah ijin ber-tanazul (memisahkan diri dari rombongan) ke ketua Kloter K.H. Suhaimi, kamis malam jum’at tgl 6 dzulhijah 1429H, hengkang ke rumah saudara yang ada di Mekah untuk persiapan pelaksanaan haji.
Akhirnya sabtu malam minggu tgl 8 dzulhijah 1429H rombongan masyian berangkat, satu regu beranggota 26 jamaah haji plus 4 orang mukimin Saudi. Kami berangkat pukul 20.30 WAS selepas sholat isya’. Dengan semangat membara dan lantunan talbiyah yang terus menerus kami berangkat menuju arofah yang jauhnya sekitar 25 Km. Awalnya setiap berjalan 2 jam kami istirahat karena sebagian regu ada wanita dan orang tua, bahkan yang bikin terharu di regu kami ada ymbah putrid yang harus didorong di atas kursi roda, tapi lama-lama tiap 1 jam, tiap ½ jam kami istirahat. Jalanan sepi, katanya tak seramai haji masyian tahun lalu, isu yang beredar sebelum hajian,pemerintah Saudi mulai memberlakukan surat ijin bagi penduduk mekah yang mau ber-haji, ijin tersebut dikeluarkan setiap 5 tahun sekali. Apa yang dikhawatirkan tentang razia tarih/ijin Alhamdulillah ga ada. Sampai di masjid Namiroh langsung cari tempat untuk bikin tenda dari kain-kain sprei, satu orang diwajibkan bawa satu kain, Alhamdulillah dapat mutowif yang sudah berpengalaman 17 kali Haji. Suasana sepi. Tanpa terasa sudah pukul 01.30 WAS, setelah sekian jauh berjalan, kaki rasanya pegel-pegel, maklum ga pernah olahraga, kami istirahat di tenda darurat, hawa dingin padang Arofah lumayan menusuk hingga tanpa sadar hampir saja aku kemulan pakaian ihrom menutup kepala.
Adzan subuh, Alhamdulillah masih ketemu pagi…hehehe…begitu bangun aku terkejut, ternyata sekeliling tenda sudah menjadi lautan manusia dari berbagai Negara yang juga melaksanakan masyian. Wah gawat, kebelet pipis nich…cari kamar mandi untuk kencing & wudhu sholat subuh, masya Alloh, antri 1 jam sampai matahari hampir terbit belum juga dapet pintu, akhirnya dari pada kelewat waktu sholat, acara kencing pun ditunda.
Setelah sholat perut terasa lapar, buka bekel makanan & dapet juga makanan dari orang shodaqoh juga masih lapar, muthowif bilang, biasanya banyak yang jualan nasi, hehe…langsung bergegas bersama Mas Triono, Mas Ngatijo, Mas Rohmat berangkat cari sarapan. Keliling-keliling ga dapet nasi, yang ada hanya buah-buahan. Ternyata efek dari pemberlakuan ijin haji, para penjual makanan pun ga berani masuk. Tapi no problem, Alloh pasti paring kekuatan dan tidak akan menelantarkan para tamu-Nya. Kami istirahat sampil nunggu waktu wukuf.

Perlengkapan hajji

Perlengkapan yang perlu di bawa:
Untuk kelancaran ibadah haji, sedikit aku sharing-kan perlengkapan-perlengkapan yang perlu dibawa:
1. Pakaian Ihram 2 stel (minimal 3 lembar insya Alloh cukup)
2. Under wear (CD) secukupnya
3. Kaos oblong secukupnya
4. Seragam Nasional 2 potong
5. Jaket/baju hangat (insya Alloh untuk 2 thn ke depan masih nemui musim dingin meskipun dinginya tidak tiap hari)
6. Celana panjang 3 potong
7. Baju 4 potong
8. Sandal jepit 5 pasang
9. Sarung 1 potong
10. Celana pendek secukupnya
11. Kaos kaki 3 pasang
12. Sarung tangan 2 pasang
13. Obat-obatan(batuk, flu,capek2,vitamin,diare,maag,balsam/couterpain,antibiotic, dll disesuaikan kondisi masing-masing)
14. Makanan&minuman khas Indonesia, missal: pecel, abon, saos sambal sacet, kecap sacet,jahe (kalau-kalau ga doyan menu arab)
15. Tas plastic secukupnya
16. Peniti secukupnya (pada saat masyian sangat diperlukan)
17. Tali raffia panjang/tali nilon jemuran lebih baik
18. Kain lebar/sprei(kemarin aku beli kain yang murah 3 meter, ternyata sangat bermanfaat dengan ukuran yang lebih lebar 4-5 mtr, sebagai pertimbangan, klo kain sprei mau ditinggal di Arofah kan sayang)
19. Buku do’a dan titipan doa dari temen-teman.
20. Kamera (optional),
21. Hand phone(lebih bermanfaat pake hp yang bisa internet untuk komunikasi via YM! atau Fring via GPRS,tarif sms operator Saudi ke Indonesia rata-2 SAR 0.5 (Rp. 1.750/SMS) klo pake YM! bisa jauh lebih murah)
22. Dokumen-dokumen yang wajib dibawa dan lain-lain yang dirasa perlu

Manasikil hajji

Matangkan Manasik

Ilmu memegang peranan penting disegala bidang, termasuk pelaksanaan Haji. Tanpa bekal ilmu yang cukup kita akan terombang-ambingkan dengan pemandangan cara ibadah jamaah haji yang berbeda-beda hampir tiap Negara. Bermacam-macam cara ibadah, memeng tujuannya sama, beribadah pada Alloh. Disisi lain kalau kita tak cukup bekal Mansik Haji dari tanah air, kita akan sangat tergantung pada orang lain dalam beribadah, misalkan pingin towaf aja harus ada yang nuntun atau ibadah-ibadah yang lain, beruntung kalau kita bisa ketemu orang yang mau menuntun kita, kalau tidak?, atau mungkin kita terpisah dari rombongan/regu sehingga harus melanjutkan rangkaian ibadah sendiri tanpa ada penuntunnya.

Aku berangkat bermodal ilmu yang sedikit, hanya sempat belajar manasik selain dar depag yang hanya beberapa pertemuan(seingatku ga sampe 4 kali…) plus belajar prifat “Manasikil haji” hanya beberapa hari. Akhirnya pada saat pelaksanaan towaf khudum (towaf pertama kali/towaf selamat datang), karena belum menguasai medan, waktu terpisah dari rombongan Kloter yang di pandu K.H. Munjahid, jadinya bingung harus berbuat apa, dimulai dari mana, dan lupa do’a mana yang harus dibaca???...

Selain bekal manasik haji/rangkaian wajib haji, tidak rugi pula berbekal ibadah-ibadah sunah di Masjidil haram yang dijanjikan lipatan pahala 100.000 kali,a.l. :

  1. Solat sunah dengan pahala 40 Kerohmatan
  2. Melihat Ka’bah dan berdo’a mendapatkan 20 Kerohmatan
  3. Towaf mendapatkan 60 kerohmatan, semisal membebaskan budak, setiap langkah di hitung pahala dan dihapus kesalahan.
  4. Sholat dibelakang maqom ibrohim dengan do’a yang dikabulkan
  5. Sai Sofa Marwa sebagaimana membebaskan 70 budak
  6. Megusap dan mencium hajar aswat
  7. Menempel dan berdoadi multazam (antara hajar aswat dan pintu ka’bah)
  8. Sholat di hijir isma’il
  9. 50 set Towaf sunah mendapatkan pahala sebagaimana hari dilahirkan
  10. Haji masyian(haji yang dilaksanakan dengan berjalan kaki dari mekah-arofah-musdzalifah- Minna-mekkah) yang setiap langkah mendapatkan lipatan pahala,
  11. Dan lain-lain

Dari tanah air aku memang sudah berniat untuk melaksanakan haji masyian bersama Tholib-tholib Masjidil haram (yang kebetulan kenal), segala perlengkapan disiapkan di Indonesia seperti tali dan kain lebar serta obat-obatan untuk menjaga stamina. Alhamdulillah semua lancar.

Minggu, 11 Januari 2009

Gallery 2










1. regu Masyian dari Jogja (selesai wukuf di Padang Arofah, bersiap menuju musdzalifah)

2. Foto di depan Masjid Masy'aril harom Musdzalifah (berangkat ke arofah-tetep semangat meski harus berkursi roda)

3. Regu dari kampung halaman Kediri


Jujur, saya meneteskan air mata terharu melihat semangatnya jamaah haji untuk masyian, pa lagi satu regu dengan mbah putri yang berkursi roda...ngaku dech, aku kalah tangguh, kalah semangat)

Galery Haji 1429










Sementara hanya foto dulu.




Ceritanya menyusul, banyak cerita unik selama di Tanah Suci, pengalaman pertama melihat masjidil haram, ka'bah, pelaksanan Haji Masyian (haji yang dilaksanakan dengan berjalan kaki dari Mekkah-Arofah-Musdzalifah-Mina-Mekkah), suka duka, dll, tp nunggu waktu luang untuk nulis & upload