Masyian:
Memang sudah dari awal berniat untuk melaksanakan haji masyian, dengan berbekal perlengkapan dari Indonesia dan obat-obatan yang ku rasa cukup, bulatkan tekat dan semangat untuk berangkat. Kebetulan memang ada saudara yang mukim di mekkah yang siap membantu mencarikan mutowif untuk pelaksanaan haji masyian. Setelah ijin ber-tanazul (memisahkan diri dari rombongan) ke ketua Kloter K.H. Suhaimi, kamis malam jum’at tgl 6 dzulhijah 1429H, hengkang ke rumah saudara yang ada di Mekah untuk persiapan pelaksanaan haji.
Akhirnya sabtu malam minggu tgl 8 dzulhijah 1429H rombongan masyian berangkat, satu regu beranggota 26 jamaah haji plus 4 orang mukimin Saudi. Kami berangkat pukul 20.30 WAS selepas sholat isya’. Dengan semangat membara dan lantunan talbiyah yang terus menerus kami berangkat menuju arofah yang jauhnya sekitar 25 Km. Awalnya setiap berjalan 2 jam kami istirahat karena sebagian regu ada wanita dan orang tua, bahkan yang bikin terharu di regu kami ada ymbah putrid yang harus didorong di atas kursi roda, tapi lama-lama tiap 1 jam, tiap ½ jam kami istirahat. Jalanan sepi, katanya tak seramai haji masyian tahun lalu, isu yang beredar sebelum hajian,pemerintah Saudi mulai memberlakukan surat ijin bagi penduduk mekah yang mau ber-haji, ijin tersebut dikeluarkan setiap 5 tahun sekali. Apa yang dikhawatirkan tentang razia tarih/ijin Alhamdulillah ga ada. Sampai di masjid Namiroh langsung cari tempat untuk bikin tenda dari kain-kain sprei, satu orang diwajibkan bawa satu kain, Alhamdulillah dapat mutowif yang sudah berpengalaman 17 kali Haji. Suasana sepi. Tanpa terasa sudah pukul 01.30 WAS, setelah sekian jauh berjalan, kaki rasanya pegel-pegel, maklum ga pernah olahraga, kami istirahat di tenda darurat, hawa dingin padang Arofah lumayan menusuk hingga tanpa sadar hampir saja aku kemulan pakaian ihrom menutup kepala.
Adzan subuh, Alhamdulillah masih ketemu pagi…hehehe…begitu bangun aku terkejut, ternyata sekeliling tenda sudah menjadi lautan manusia dari berbagai Negara yang juga melaksanakan masyian. Wah gawat, kebelet pipis nich…cari kamar mandi untuk kencing & wudhu sholat subuh, masya Alloh, antri 1 jam sampai matahari hampir terbit belum juga dapet pintu, akhirnya dari pada kelewat waktu sholat, acara kencing pun ditunda.
Setelah sholat perut terasa lapar, buka bekel makanan & dapet juga makanan dari orang shodaqoh juga masih lapar, muthowif bilang, biasanya banyak yang jualan nasi, hehe…langsung bergegas bersama Mas Triono, Mas Ngatijo, Mas Rohmat berangkat cari sarapan. Keliling-keliling ga dapet nasi, yang ada hanya buah-buahan. Ternyata efek dari pemberlakuan ijin haji, para penjual makanan pun ga berani masuk. Tapi no problem, Alloh pasti paring kekuatan dan tidak akan menelantarkan para tamu-Nya. Kami istirahat sampil nunggu waktu wukuf.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar